👀 Sebagian besar kegagalan pompa roda gigi disebabkan oleh sistem, bukan pompa.
Kebersihan oli yang tepat, desain hisap yang benar, dan pemeriksaan rutin adalah kunci keandalan jangka panjang.
Salah satu masalah pompa roda gigi yang paling umum dalam pengoperasian sehari-hari:
* Keausan internal pada roda gigi dan housing
*Kebocoran internal yang berlebihan
*Kecepatan pompa atau kekentalan oli salah
Hasil: Mengurangi efisiensi sistem dan memperlambat respons aktuator.
Kebisingan yang tidak biasa sering kali mengindikasikan kegagalan tahap awal:
*Kavitasi karena kondisi hisap yang buruk
*Udara memasuki sistem hidrolik
*Keausan sambungan roda gigi atau ketidaksejajaran poros
Risiko: Mempercepat kerusakan komponen jika diabaikan.
Kebocoran dapat terjadi secara internal atau eksternal:
*Seal poros aus atau cincin-O rusak
* Jarak bebas bantalan yang berlebihan
*Tekanan sistem tinggi melebihi rating pompa
Dampak: Hilangnya minyak, risiko lingkungan, dan ketidakstabilan tekanan.
Panas yang berlebihan merupakan tanda peringatan ketidakefisienan:
* Gesekan internal yang tinggi
*Kebocoran internal terus menerus
*Oli hidrolik terkontaminasi atau terdegradasi
Konsekuensi: Mengurangi masa pakai oli dan memperpendek masa pakai pompa.
Kavitasi adalah penyebab utama kegagalan pompa roda gigi:
*Filter saluran masuk tersumbat
*Pasokan minyak tidak mencukupi
*Kecepatan pompa berlebihan
Tanda Khas: Lubang pada permukaan roda gigi dan suara bising.
Umum dalam kondisi kerja yang keras:
*Kebersihan oli buruk
*Pelumasan yang tidak memadai
*Operasi kelebihan beban jangka panjang
Hasil: Hilangnya efisiensi volumetrik.
Seringkali disebabkan oleh pengoperasian atau pemasangan yang tidak tepat:
*Beban aksial atau radial yang berlebihan
*Ketidaksejajaran antara pompa dan motor
*Tekanan melonjak dalam sistem
Akibat: Kegagalan pompa secara tiba-tiba dan waktu henti yang tidak direncanakan.
